Menu

TINGKATKAN KUALITAS HASIL OLAHAN, KELOMPOK PENGOLAH PINDANG BR. KERANDAN DIBINA TIM PROVINSI

  • Senin, 09 Juni 2014
  • 1825x Dilihat

Pindang merupakan salah satu olahan hasil laut yang menjadi kegemaran masyarakat luas. Seiring dimasyarakatkannya untuk memakan ikan sebagai lauk peningkat kecerdasan anak, perhatian juga ditujukan kepada industri pengolahan pindang. Usaha pengolahan pindang yang sebagian bersar merupakan usaha rumahan turun temurun, selalu mendapat binaan dari pemerintah.

 

Di Kelurahan Pemecutan sendiri terdapat kelompok usaha pengelohan pindang yaitu Dahlia Mina Kerandan dan Kenanga Mina Kerandan. Dan dalam rangka lomba UMKM Pengolahan Perikanan Tingkat Provinsi Bali, kedua kelompok ini dibina pada Kamis (5/6) silam. Tujuan dari lomba tersebut adalah untuk memotivasi masyarakat agar lebih meningkatkan kreativitas dan inovasi teknologi dalam pengolahan produk perikanan.

 

Hadir dalam pembinaan tersebut Sekretaris Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar, Camat Denpasar Barat, Lurah Pemecutan didampingi Kepala Lingkungan dan Klian Banjar Kerandan. . “Melalui lomba ini pelaku pengolah secara langsung akan memperoleh binaan tentang  penerapan teknologi, cara berproduksi yang baik, dan mengetahui standar operasional prosedur sanitasi yang akan dapat meningkatkan mutu dan kualitas hasil olahan sehingga dapat bersaing dipasaran” demikian disampaikan Sekretaris DPPK I Gst. Rai Sujana.

 

Tim Pembina Provinsi Bali menyempatkan mengunjungi tempat pengolahan pindang yang berlokasi di Jl. Gn. Batur Gg. Dahlia, Jl. Gn. Agung Gg. Bumi Ayu M dan Jl. Gn. Batur II. Pembinaan yang diberikan adalah terkait penanganan limbah hasil olahan, penanganan pra produksi hingga pasca produksi

 

Limbah padat berupa kepala, sirip, ekor dan jeroan ikan telah diambil oleh peternak lele diseputaran Denpasar maupun daerah lainnya. Limbah cairnya diminta untuk dibuatkan septic tank sehingga tidak mengalir langsung ke selokan. Demikian pula pra produksi, jangan sampai ikan terpapar sinar matahari langsung karena dapat menumbuhkan enzim yang justru menimbulkan alergi. Atas masukan-masukan ini, para pemindang berjanji untuk menindaklanjuti. Disamping memperoleh masukan, para pemindang juga menyampaikan permasalahannya yang kesulitan dalam memperoleh bahan baku pindang. Atas masalah ini, tim provinsi berjanji membantu rekomendasi.

 

Lurah Pemecutan Ida Bagus Purwanasara  ditemui usai acara pembinaan mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Denpasar dan Provinsi Bali atas perhatiannya kepada pelaku UMKM yang bergerak di sektor pengolahan perikanan khususnya di Kelurahan Pemecutan. Harapannya agar usaha ekonomi kreatif berbasis kerakyatan ini dapat maju dan berkembang.

(up)