Menu

TAMPILKAN TABUH KREASI AORORA, SEKEHE GONG ANAK YONGGI SWARA PUKAU PENONTON

  • Senin, 23 September 2013
  • 2713x Dilihat

“Aurora adalah cahaya langit yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer yang terjadi akibat pancaran sinar matahari. Aurora merupakan salah satu fenomena alam yang sangat indah, dengan cahaya berwarna-warni seakan menari di angkasa, sehingga membuat langit terlihat sangat indah, tenang, dan dapat menghanyutkan hati semua orang yang melihatnya. Ketenangan dan keindahan aurora ini dicoba dituangkan kedalam bebarungan gong kebyar sehingga tercipta Tabuh Kreasi Pepanggulan AURORA” demikian suara merdu pembawa acara mengawali penampilan Sekehe Gong Kebyar Anak Yonggi Swara Br Kerandan Kelurahan Pemecutan saat tampil dalam Parade Gong Kebyar Anak-Anak minggu (22/09) malam kemarin.

 

Dibawah asuhan peñata tabuh I Komang Juni Antara, S.Pd dan penata tari Ni Made Winari, S.Sn. , sekehe gong yang terdiri dari bocah-bocah lugu berumur tak lebih dari 10 tahun ini menampilkan 3 pertunjukkan tabuh  dan tari. Meskipun berusia sangat belia, kemampuan mereka memainkan alat musik gamelan tradisional bali maupun menari tampaknya tak bisa dianggap enteng. Ekspresi wajah serta gerak geriknya berhasil memukau penonton dan penikmat seni yang hadir di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung malam itu.

 

Setelah suskes menampilkan Tabuh Kreasi Pepanggulan Aurora, dilanjutkan dengan penampilan 4 bocah cilik yang dengan piawai menarikan Tari Baris Manggala Yudha. Tarian kepahlawanan ini mengisahkan persiapan pasukan perang dari Kerajaan Badung (Bandana) sebelum maju ke medan perang Puputan Badung. Meski masih belia, gerak tubuh mereka dengan gagah menunjukkan sikap seorang prawira. Tarian pamungkas yang ditampilkan adalah Tari Wiranata. Tarian yang menggambarkan gerak gerik seorang raja yang gagah perkasa dengan sukses dibawakan penari wanita.

 

Kepala Kelurahan Pemecutan, Ida Bagus Made Purwanasara, yang berhasil ditemui ditengah riuhnya sorak sorai penonton mengungkapkan, pihaknya senantiasa mendukung segenap aktivitas warga kelurahan dalam mengembangkan kesenian. ”Pemerintah Kota telah menyediakan berbagai ajang sebagai ruang berekspresi bagi seniman sekaligus pembinaan terhadap regenerasi kesenian klasik. Hal ini sejalan dengan visi misi Kota Denpasar sebagai kota kreatif berwawasan budaya. Tugas kami di kelurahan adalah mendukung dengan segenap sumber daya yang dimiliki baik materi maupun dukungan moral” pungkasnya mengakhiri.

(up)