Menu

SATU SATUNYA DESA/LURAH TURUN KASUS DBD, PUSKESMAS APRESIASI KINERJA JUMANTIK KELURAHAN PEMECUTAN

  • Selasa, 24 Desember 2013
  • 2293x Dilihat

Kelurahan Pemecutan menjadi satu-satunya desa/lurah dalam wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Barat yang mengalami penurunan kasus demam berdarah dengue (DBD). Demikian terungkap dalam rapat evaluasi kinerja jumantik se wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Barat, Kamis (19/12) silam di Aula Kantor Camat Denpasar Barat.

Hal ini tentunya mendapat apresiasi dari Kepala Puskesmas I Denpasar Barat dr. Luh Supadmi. Tercatat sampai pada bulan Nopember 2013, jumlah kasus DBD di Kelurahan Pemecutan mencapai angka 22 kasus. Hal ini lebih rendah dari tahun 2012 yang mencapai 27 kasus. Sedangkan desa/lurah lain sampai bulan Nopember 2013 justru terjadi kenaikan kasus dibandingkan tahun 2012.

Angka bebas jentik (ABJ) Kelurahan Pemecutan sendiri mencapai 98.75% sampai Nopember 2013. Ini melampaui standar WHO yang menargetkan ABJ diatas 95 %. Namun demikian, Jumantik diharapkan tidak henti-hentinya mengedukasi warga untuk selalu waspada DBD mengingat angka kesakitan (Incident Rate) masih tinggi. Standar WHO, incident rate tertinggi adalah 55 kasus per 100.000 penduduk. Sedangkan incident rate Kelurahan Pemecutan mencapai 69.16 per 100.000 penduduk sehingga ada kemungkinan warga tergigit nyamuk aedes aegypty di luar wilayah Kelurahan Pemecutan. Ini didukung kondisi penduduk yang memiliki mobilitas tinggi baik pelajar maupun pekerja yang aktivitasnya padat diluar wilayah Kelurahan Pemecutan.

Selain penurunan kasus, Puskesmas I Denpasar Barat juga mengapresiasi inovasi yang diambil Kelurahan Pemecutan dengan memasang stiker peringatan lokasi positif jentik di tempat-tempat yang pemiliknya bandel tidak melakukan PSN. Langkah ini dinilai tepat untuk memberikan efek malu bagi warga yang bandel sekaligus meningkatkan kewaspadaan penduduk sekitar mengingat radius bahaya DBD adalah 100 meter dari lokasi ditemukannya jentik.

Rapat evaluasi semester kedua tahun 2013 ini dibuka oleh Sekretaris Kecamatan A.A.Ngr.Wijaya dan dihadiri unsur Kelurahan Padangsambian, Desa Tegal Kerta, Desa Tegal Harum, Desa Padangsambian Kaja, Kasi Kesra Kelurahan Pemecutan beserta seluruh jumantik di masing-masing desa/lurah. Rapat yang selanjutnya dipimpin Kepala Puskesmas I Denpasar Barat dr. Luh Supadmi ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja juru pemantau jentik (jumantik) termasuk kendala yang mereka hadapi ketika mengedukasi warga terkait kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), disamping untuk memperoleh masukan dari desa/lurah.

Kepala Kelurahan Pemecutan Ida Bagus Made Purwanasara yang dikonfirmasi terpisah mengatakan bangga dan mengucapkan selamat kepada Jumantik Kelurahan Pemecutan dan segenap tim yang bekerja. “Ini adalah kerja tim, mulai dari Jumantik sebagai ujung tombak edukasi warga, tim kebersihan kelurahan, kepala lingkungan, aparat kelurahan, dan utamanya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat. Apabila jumantik menemui kendala dilapangan, kami tak segan menurunkan tim ketempat positif jentik. Seperti yang pernah dilakukan di Jl. Merta Jaya Gang 2a April lalu dimana tim menyasar langsung lokasi positif jentik, mengedukasi warga sekitar dan langsung mengajak gotong royong melakukan PSN. Kedepan kita akan berdayakan lagi Jumantik dan LPM agar kasus DBD dapat ditekan seminimal mungkin.”pungkasnya.

(up)