Menu

PRIHATIN HAK ANAK YANG DIRAMPAS, YAYASAN LENTERA ANAK BALI DAN INTI BALI SANTUNI ANAK JALANAN

  • Senin, 28 Juli 2014
  • 2234x Dilihat

Bermain dan belajar adalah hak setiap anak. Dalam usia tersebut anak harus diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menggali ilmu, dan berekspresi sesuai minat dan bakatnya. Namun kenyataan terkadang berkata lain. Tak jarang kita melihat anak-anak usia sekolah berada di jalanan sambil berjualan buah yang dijunjung. Atau menjajakan gelang dan manik-manik didaerah wisata, juga menjadi tenaga angkut di pasar-pasar tradisional. Tak jarang sampai larut malampun, kita masih menjumpai mereka.

 

Hal ini menimbulkan keprihatinan Yayasan Lentera Anak Bali dan Inti Bali. Tergerak untuk melakukan aksi sosial dalam rangka Hari Anak Nasional 1 Juli 2014, anak-anak jalanan yang tinggal mengontrak di seputaran Kelurahan Pemecutan dikumpulkan pada Jumat (25/7) silam di Gedung Serba Guna Kelurahan Pemecutan. Selain menyantuni dalam bentuk paket sembako dan beasiswa bagi yang semangat bersekolah, orang tua anak-anak tersebut juga diberikan penyuluhan untuk berhenti melakukan eksploitasi terhadap anak.

 

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kelurahan Pemecutan, Sekretaris Badan KB & PP Kota Denpasar, Kepala UPT SKB Kota Denpasar, dan dokter-dokter RSUP Sanglah. Kepala Kelurahan Pemecutan mengingatkan para orang tua untuk berhenti memaksa anak berjualan buah, gelang maupun menjadi buruh angkut. “Cukup orang tua saja yang berkerja”. Kalimat senada diungkapkan dr. Wahyuni dan ibu Anggreni dari Yayasan Lentera Anak Bali. Menurut mereka, bekerja dan menghidupi keluarga adalah tanggung jawab orang tua. Kalaupun anak membantu, maksimal 2 jam sehari dan itupun harus tetap bersekolah.

 

Perwakilan Perhimpunan InTi Bali (Indonesia Tionghoa Bali) yang mendukung penyelenggaraan kegiatan ini mengungkapkan, pihaknya senantiasa siap membantu anak-anak jalanan untuk bersekolah. Menurutnya, keberuntungan lahir sebagai manusia yang sehat dan berada di negara yang jauh dari konflik benar-benar harus dimanfaatkan dengan rajin belajar untuk menjadi anak yang baik, suputra, berguna bagi masyarakat, bangsa dan bernegara.

 

Sementara itu, SKB Kota Denpasar juga telah menyelenggarakan kegiatan belajar bagi anak-anak buruh angkut yang berlokasi di Lantai V Pasar Badung. Pembelajaran dilakukan pada hari Jumat dan Sabtu. Harapannya, anak-anak tersebut tidak sampai putus sekolah. SKB pula memfasilitasi untuk melanjutkan ke Kejar Paket A, B maupun C.

 

JANGAN RAMPAS HAK ANAK UNTUK BERSEKOLAH

(up)