Menu

PIDUH : TANAMAN MERAMBAT CEGAH PENURUNAN DAYA INGAT

  • Senin, 21 Juli 2014
  • 2567x Dilihat

Nama “piduh” atau “pegagan” mungkin asing di telinga beberapa dari kita. Namun bagi sebagian lainnya, tanaman merambat ini telah lama dikenal sebagai bahan jamu atau loloh. Tanaman ini berdaun bulat bergelombang dan tumbuh di tempat yang agak lembab. Piduh ternyata mengandung kolagen yang berfungsi sebagai anti penuaan dini dan ginko biloba yang bermanfaat untuk mencegah penurunan daya ingat.

 

Demikian terungkap dalam Pelatihan Pembuatan Jamu Tradisional yang digelar Kelurahan Pemecutan bersama Tim Penggerak PKK pada Minggu (20/7) kemarin. Acara yang melibatkan para lansia dan ibu-ibu PKK lingkungan ini juga dihadiri oleh Ibu Camat Denpasar Barat dan Puskesmas I Denpasar Barat.

 

Dalam sambutannya, Kepala Kelurahan Pemecutan Ida Bagus Made Purwanasara mengungkapkan bahwa dewasa ini penyakit degeneratif seperti kanker, hepatitis, dan lainnya telah banyak menyerang masyarakat. Salah satu cara pencegahannya ialah dengan mengkonsumsi obat-obatan tradisional yang telah terbukti khasiatnya melalui berbagai penelitian. Dalam pelatihan yang dilakukan di gedung serba guna ini menampilkan dua jenis jamu yaitu jamu piduh dan jamu temulawak. Temulawak sendiri telah dikenal sebagai bahan minuman. Khasiatnya bila dibuat jamu adalah untuk memperbaiki fungsi hati/liver. Hal ini dikarenakan temulawak mengandung hepatoprotektor.

 

Acara yang dipandu langsung Ibu Ketua TP PKK Kelurahan Pemecutan Ida Ayu Alit Purwanasara ini berlangsung seru. Hadir sebagai narasumber Ibu Yuliani Sukhana. Pemilik Bali Tangi ini pernah bertugas di Klinik Panti Rahayu pada tahun 1977 sampai 1990 di era Lurah A.A.Rai Iswara yang kini menjabat Sekretaris Kota Denpasar.

 

Mengawali materinya, ibu yang telah berusia 60 tahun ini mengingatkan bahwa makanan yang beredar terutama yang sering dikonsumsi anak-anak banyak mengandung bahan kimia dan logam tinggi. Hal ini tentunya tidak baik bagi kesehatan terutama jangka panjang. Timbulnya penyakit kanker, radang hati, sampai autism disebabkan oleh makanan seperti ini. Dalam kesempatan ini pula, dirinya mengajak masyarakat untuk menanam tanaman obat keluarga di pekarangan rumah. Dengan demikian, sumber obat tradisional akan dengan mudah diperoleh. Selain jamu piduh dan jamu temulawak sebagai bahan pokok, bahan lain yang digunakan diantaranya jeruk nipis untuk kesegaran dan menghilangkan amis, sirih untuk antiseptic mencegah kontaminasi bakteri, serta bahan-bahan alami lainnya. Yang penting dalam membuat jamu adalah higienitas dan kebersihan air. Terakhir masyarakat juga diajak untuk membuat lubang biopori sebagai tempat resapan air sekaligus tempat pembuatan pupuk kompos dengan memasukkan sampah organik kedalamnya.

(up)