Menu

PAHAMI “SURAT UNTUK TUHAN”, PKK KOTA DENPASAR GELAR PELATIHAN

  • Senin, 02 Desember 2013
  • 3187x Dilihat

Upakara atau lebih dikenal dengan banten sudah tidak bisa dilepaskan dari keseharian masyarakat Hindu Bali. Mengakar dalam budaya Hindu Bali, banten merupakan sarana yang digunakan untuk memuja kebesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa. Namun ditengah keterampilan orang Bali membuat banten, masih ada yang tidak sepenuhnya paham tentang arti simbolisasi dalam banten. Melihat fenomena ini, PKK Kota Denpasar menggelar pelatihan membuat Banten Tumpeng Solas bertempat di Br. Pemeregan Kelurahan Pemecutan dengan menyasar ibu-ibu PKK. Banjar Pemeregan sendiri dipilih karena disekitarnya terdapat pasar yang telah lama dikenal menyediakan sarana upakara/pembuatan banten.

 

“Banten punika boye je rayunan Bhetare, Banten adalah surat, surat ibu-ibu kepada Tuhan yang berisikan ucapan syukur atas karunia Beliau sekaligus permohonan agar Beliau senantiasa melimpahkan keselamatan kepada semua mahluk” demikian ditegaskan Mangku Janji dari Yayasan Dharma Acarya ketika memberikan pelatihan Sabtu (30/11) silam. Menurutnya ada 4 jalan memuja kebesaran Hyang Widhi yang disebut Catur Marga. Membuat upakara termasuk Karma Marga. “Makanya hati-hati membuat banten, salah banten ibu-ibu, salah pula artinya” imbuhnya. “Tatwa (filsafat beragama), Susila (tingkah laku orang beragama) dan Upacara (prosesi dalam beragama) terangkum dalam banten/upakara bahkan sejak proses pembuatan banten dimulai. Dari upakara ini kita mencoba memahami teori ke-Tuhan-an”. Ditambahkannya, generasi sekarang sangat kritis terhadap segala sesuatu termasuk agamanya. Apabila tidak mendapat penjelasan yang memadai, dapat menimbulkan krisis kepercayaan dihati generasi muda.

 

Pelatihan yang dimulai pukul 15.00 wita ini dihadiri Ny. Antari Jaya Negara beserta pengurus PKK Kota Denpasar, Camat Denpasar Barat dan Ketua PKK Kelurahan Pemecutan Ny. I.B.M. Purwanasara. Dalam sambutannya, Camat Denpasar Barat Ida Bagus Joni Ari Wibawa mengatakan dari pelatihan ini minimal ibu-ibu tau isi banten dan arti banten walaupun tidak membuat sendiri.

 

Dituturkan Mangku Janji, ada 8 pembentuk banten yang disebut Asta Karananing Banten yaitu hulu/kepala, gulu/leher, dada kiri, dada kanan, tangan, ulu hati, waduk/perut, dan suku. Hulu disimbulkan dengan pejati, gulu dengan gebogan, dada kiri dengan pengambean, dada kanan dengan soda dan peras, tangan dengan jerimpen, ulu hati dengan dapetan dan penyeneng, waduk dengan sesayut tebasan, serta suku disimbulkan dengan caru atau segehan. Delapan bagian ini wajib ada disetiap banten (kecuali jerimpen pada tumpeng 5). Bagian yang menentukan ayaban (jumlah tumpeng) ada di pengambean, soda peras dan dapetan.

 

Disebut Tumpeng Solas karena terdapat 11 tumpeng didalamnya. Tumpeng-tumpeng tersebut ada di pengambean (2), soda peras (2), dapetan pokok (3), dan dapetan pengiring (4). Banten Tumpeng Solas sendiri sejatinya dapat digunakan untuk Dewa Yadnya, Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Hanya terdapat beberapa penambahan.

 

Antusiasme ibu-ibu PKK Br. Pemeregan tampak dari mulai acara. Pelatihan yang juga diisi praktek membuat banten ini bahkan berakhir lebih dari waktu yang semestinya yaitu pukul 18.00 wita. Terakhir Mangku Janji berjanji untuk menjawab pertanyaan peserta yang masih ingin berkonsultasi lebih lanjut melalui Hp maupun datang langsung ke Yayasan.

(up)