Masyarakat mungkin masih asing dengan line dance. Dibandingkan dengan senam aerobic ataupun senam lainnya, jenis senam yang mirip tarian ini memang baru terutama dikalangan ibu-ibu PKK Kelurahan Pemecutan. Seperti namanya, gerakan senam line dance ini seperti menari. “Mirip gerakan senam poco poco.” Kata Ingrid salah satu instruktur yang hadir pada Pekan Olah Raga Kelurahan Pemecutan Minggu (22/09) kemarin bertempat di Setra Gandamayu.
Puncak Pekan Olah Raga Kelurahan Pemecutan tahun ini memang sengaja dikemas beda. Selain memperlombakan 2 jenis olah raga yang dipertandingakan di PORKOT mendatang, juga diperkenalkan senam line dance kepada ibu-ibu PKK Kelurahan.
Sejak pukul 06.30 pagi, masyarakat yang didominasi ibu-ibu dan remaja putri telah memenuhi lapangan setra gandamayu yang terletak di sebelah utara kantor kelurahan. Tak kurang dari 600 orang hadir. Mereka lengkap dengan pakaian senam masing-masing. Dua orang instruktur telah siap dan dengan sabar memberikan arahan. Walaupun awalnya tampak membingungkan, namun tidak sampai tiga kali latihan semua peserta telah dapat merasakan dan menikmati gerakannya. Tak kurang dari tiga gerakan yang dikombinasikan pagi itu. Semua tampak bersemangat bahkan minta diulang meski sesi telah usai.
”Bagi ibu-ibu yang tertarik, kita dari PKK Kelurahan senam setiap arisan yaitu setiap tanggal 7 di Kantor Kelurahan jam 4 (sore). Kalo pesertanya banyak, kita akan senam setiap minggu” ujar Ida Ayu Alit Maharatni, Ketua TP PKK Kelurahan yang juga istri Kepala Kelurahan Ida Bagus Made Purwanasara, menenangkan massa.
Untuk menambah semangat, diberikan hadiah kepada peserta senam terbaik. Lima belas orang dipilih juri untuk diadu kembali. Tiga orang juara masing-masing memperoleh uang tunai Rp.300.000,- Rp. 200.000,- Rp. 100.000,- plus doorprise. Sementara 12 finalis lainnya mendapat hadiah hiburan, dan untuk tim terfavorit dari lingkungan diberikan hadiah Rp. 500.000,-. Tampil sebagai juara I dengan nomor dada 170 dari Br. Busung Yeh Kauh, juara II nomor dada 354 dari Br. Pemedilan dan juara III dengan nomor dada 025 dari Br. Alangkajeng Menak, sedangkan tim terfavorit jatuh pada Br. Pemedilan.
(up)