Senin 13 April 2015, sekira pukul 10.00 WITA, Walikota Denpasar I.B.Rai Dharma Wijaya Mantra tiba di Kantor Kelurahan Pemecutan, disambut Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Kepala Kelurahan Pemecutan dan unsur-unsur SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Seraya memasuki gerbang kantor, Bapak Walikota langsung memberikan salam Om Swastyastu. Namum langkah beliau terhenti ketika tiba-tiba saja seorang ibu paruh baya membuang tas kresek warna merah besar tepat didepan para ungangan. Tas kresek merah tersebut belakangan diketahui berisi sampah. Walikota beserta undangan sontak kaget bukan kepalang.
Seorang warga yang bernama Bapak Nyoman, melihat kejadian itu dan langsung menghardik ibu berperawakan pendek ini dengan nada tinggi. “Ibuk ngapain buang sampah sembarangan, ada Pak Wali lagi. Nanti ibuk bisa kena pasal, dipenjara 3 bulan ibuk baru tau rasa” hardiknya.
“Ah juga cuman sampah, serem sekali bapak ini” kilahnya.
Ibu Agung, guru salah satu SD yang kebetulan melintas kemudian mencoba menengahi. Dibukanya tak kresek sampah tersebut. Ternyata isinya sampah sisa dapur, sampah plastik dan beberapa botol bekas. Dengan sabar, Ibu Agung ini kemudian menjelaskan bahwa sampah sisa dapur dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos dengan memasukkannya kedalam lubang bio pori. Sedangkan botol bekas dapat dijual ke bank sampah dan sampah plastik pun dapat diolah menjadi kerajinan.
“Ni lihat tas yang saya pakai, bahannya daur ulang dari plastik bungkus kopi seperti yang ibu buang ini” katanya.
“Ooooo.... gitu... ya deh saya gak akan buang sampah sembarangan lagi” kata ibu tersebut”
Demikianlah pragmen singkat yang digelar PKK Kelurahan Pemecutan saat menyambut kedatangan Bapak Walikota beserta rombongan. Kelurahan Pemecutan menjadi duta Kecamatan Denpasar Barat dalam Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Kota Denpasar.
Mengetahui bahwa semua ini adalah drama, Walikota Denpasar yang tadinya sempat kaget dan menunjukkan ekspresi jengkel, kini justru tersenyum-senyum menahan tawa.
(up)