Menu

Denpasar Barat Gelar Dharma Santhi Nyepi

  • Minggu, 27 April 2014
  • 1012x Dilihat

Serangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1936, Pemkot Denpasar menggelar Dharma Santhi, setelah Kecamatan  Denut dan Kecamatan Dentim kali ini giliran di Denpasar Barat pada Saniscara Umanis Warigadean Pangelong Ping Kutus Sasih Kedasa (27/4) di Wantilan Pura Dalem Kahyangan Badung Desa Pakraman Denpasar.  Acara ini dihadiri langsung Walikota Denpasar IB Rai Dhamawijaya Mantra di dampingi Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Pemerintah Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan Camat Denpasar Barat IB Joni Ariwibawa dan Bendesa Pekraman Denpasar AA. Putu Oka Suweca.

Acara Dharma Santhi diawali dengan Pesantian dari SD 7 Dauh Puri dan SMPN 7 Denpasar. Pengwacen Sloka dari SMAN 2 Denpasar yang diiringi dengan gambelan gender siswa  SD Saraswati 4 Denpasar, serta dimeriahkan oleh Sekaa Band Green Harmoni dari Br. Tegallinggah Desa Pakraman Padangsambian. Dalam Dharma Santhi ini juga diisi  Dharma Wacana oleh  Prof. IB Gunada  Dosen dari Universitas Hindu Indonesia (UNHI).

Bendesa Pakraman Denpasar AA Putu Oka Suweca mengatakan, Dharma Santhi ini merupakan kelanjutan dari Hari Raya Nyepi tahun baru Caka 1936. Dimana saat hari Raya Nyepi telah melaksanakan Catur Bratha Penyepian, artinya sebagai umat Hindu telah melaksanakan Dharmaning Agama. Dilanjutkan dengan Dharma Santhi yang bertujuan untuk saling maaf memaafkan dan mulat sasira untuk pengendalian diri.

Tidak hanya itu didalam Dharma Santhi ini juga dapat memupuk kehidupan yang baru, sehingga dalam Dharma Santhi ini mengambil tema “Melarapan Dharma Santhi Ngulati Kota Denpasar Santhi Lan Jagadhita”.  Lebih lanjut Oka Suweca mengatakan, kegiatan Dharma Santhi ini melibatkan dua Desa Pakraman yakni Desa Pakraman Denpasar dan Desa Pakraman Padangsambian serta  melibatkan semua unsur-unsur lainnya  seperti, Banjar Adat, Desa/Lurah, Kepala Dusun, Sekaa Truna dan sekolah-sekolah yang ada di lingkungan Desa  Pakraman Denpasar dan Desa Pakraman Padangsambian.  

Sementara, Camat Denpasar Barat IB Joni Ariwibawa mengatakan, Dharma Santhi ini sebagai rasa bakthi terhadap Ida Sang Hyang Widi Wasa dan Agama Hindu. Tidak hanya itu Dharma Santi ini sekaligus rentetan dari hari Suci Nyepi tahun baru saka 1936. Dimana perayaan Hari Suci Nyepi waktu lalu telah berjalan baik, aman, lancar dan penuh hikmah, sehingga pada kesempatan ini pihaknya melaksanakan Dharma Santhi. “Dengan Dharma Santhi ini semoga kehidupan masyarakat Denpasar Barat berjalan dengan damai, sejahtera, bahagia dan aman sentosa,” katanya.

Selebihnya Joni Ariwibawa, mengatakan  Dharma Santhi ini juga sebagai rasa syukur, karena sampai saat ini diberikan kesehatan dan kedamaian, serta saling maaf-memaafkan. “Mudah-mudahan kedepan bisa mempertahankan kondisi tersebut serta dalam kesempatan ini masyarakat bisa saling ketemu dan mengungkapkan rasa bersyukur dan maaf memaafkan,” katanya.

Lebih lanjut Joni Ariwibawa mengatakan, kehadiran Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam Dharma Santhi juga sebagai penyemangat didalam melaksanakan program-program pemerintah khususnya dalam bidang kebersihan, keamanan, pembangunan serta melestarikan budaya, tradisi dan agama Hindu. ( Ayu)