Menu

CIPTAKAN LINGKUNGAN LESTARI, PPLH BALI PANTAU WARGA PEMECUTAN WUJUDKAN MIMPI

  • Jumat, 13 Desember 2013
  • 2107x Dilihat

Bulan Juli 2012 lalu, Kelurahan Pemecutan mengundang PPLH Bali bersama Bank Sampah DCG Berlian untuk memberikan wawasan tentang pengelolaan lingkungan kepada tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda serta aparat kelurahan. Tujuannya adalah untuk menggugah kesadaran setiap pihak bahwa kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita, bukan semata-mata urusan pemerintah belaka. Bahwa sampah sesungguhnya dapat dikelola mulai dari hulu, sumber sampah itu sendiri. Bahwa sampah dapat memberikan manfaat bagi kita dari segi budaya, sosial, hingga ekonomi.

 

Kini, setelah setahun berlalu, PPLH Bali beserta Bank Sampah DCG Berlian kembali ke Kelurahan Pemecutan untuk melihat perubahan yang ada. Melaksanakan program dari Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar, PPLH Bali bersama Bank Sampah DCG Berlian keliling ke desa/lurah se Kota Denpasar untuk memberikan sosialisasi/penyuluhan tentang lingkungan kepada tokoh-tokoh masyarakatnya. Khusus untuk Kelurahan Pemecutan, ibu Catur dari PPLH Bali mengatakan bahwa dirinya tidak akan memberikan materi lagi, melainkan melihat hasil dari penyuluhan yang dilakukan setahun sebelumnya.

 

Bertempat di Ruang Pertemuan Kelurahan Pemecutan, sosialisasi dilakukan pada tanggal 12 Desember 2013 pukul 10.00 WITA. Dipandu langsung Kepala Kelurahan Ida Bagus Made Purwanasara, sosialisasi lebih banyak diisi dengan diskusi hangat tentang pengalaman-pengalaman yang dialami masyarakat dalam upaya melestarikan lingkungan.

 

Mengawali sesinya, Ibu Catur sedikit memaparkan perkembangan sampah dan kondisi lingkungan yang di Kota Denpasar. Disebutkannya, lebih dari 2800 m3 sampah menumpuk setiap harinya di TPA Suwung. Jumlah ini meningkat tajam di hari raya. Hal ini berarti masih banyak masyarakat yang tidak melakukan pemilahan dan pengolahan sampah dirumah tangga.

 

Lebih lanjut, wanita yang telah bergelut sebagai aktivis lingkungan selama 24 tahun ini meminta peserta sosialisasi untuk mengungkapkan mimpinya akan kondisi lingkungan ideal yang diinginkan. Peserta sosialisasi yang berasal dari jumantik, kaling, tokoh perempuan dan staf kelurahan satu per satu mengungkapkan impiannya.  Mulai dari kondisi lingkungan yang bersih, aman, lestari, indah, rindang, bebas sampah, bebas jentik hingga memiliki taman kota. Ketika ditanya fakta dilapangan, kenyataannya masih jauh dari mimpi tersebut. Masih terdapat sampah yang berserakan, got-got mampet dan menjadi sarang nyamuk, kesadaran masyarakat yang masih kurang dan lain sebagainya. Namun harapan masih ada. Sembari mengevaluasi hasil penyuluhan tahun 2012 lalu, peserta diminta menyebutkan tindakan-tindakan nyata yang telah dilakukan baik secara pribadi maupun kelompok untuk menggapai mimpi lingkungan yang lestari. Upaya-upaya tersebut diantaranya, memilah sampah rumah tangga, membuat bio pori, memanfaatkan kembali barang bekas, menjadi nasabah bank sampah dan lain sebagainya. Di Kelurahan Pemecutan sendiri telah terbentuk 1 bank sampah dan 7 swakelola sampah. Disamping itu, diangkat pula petugas dan pengawas kebersihan sebagai upaya pengawasan oknum warga yang tidak peduli akan lingkungannya. Selain itu telah pula dilakukan penghijauan dan sanksi bagi pelanggar aturan membuang sampah.

 

Bapak Suarnaya dari Bank Sampah DCG Berlian mengapresiasi langkah yang diambil masyarakat Kelurahan Pemecutan secara individu maupun kelompok untuk menanggulangi masalah sampah dan lingkungan. Dirinya berharap, hal ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Terakhir, dirinya mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi nasabah bank sampah, apalagi telah terbentuk bank sampah diwilayah Pemecutan.

(up)