Telah banyak upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Pemecutan untuk membebaskan kawasan suci Setra Agung Badung dari sampah rumah tangga/usaha, selain sisa upacara pengabenan. Mulai dari penyuluhan kepada warga melalui rapat banjar, memasang spanduk larangan membuang limbah rumah tangga dan usaha, mengangkat petugas kebersihan lingkungan dan pengawas kebersihan lingkungan, melakukan penghijauan agar setra tampak asri, hingga setiap jumat melakukan jumat bersih bersama warga sekitar.
Namun tujuan mulia tersebut masih mengalami kendala.
Kendala ini datang dari ketidakpedulian awak travel yang membawa peziarah mengunjungi Makam Keramat Agung Pemecutan.
Dialah Muhadi asal Dusun Serut Desa Tapan Kecamatan Kedung Waru Kabupaten Tulung Agung Jawa Timur. Kernet Bus PO Berkah Mulia ini tertangkap tangan membuang sampah penumpang busnya dengan melempar sampah melewati pagar penyengker setra. Padahal pada pagar penyengker tersebut telah dipasangi spanduk peringatan agar tidak membuang sampah ke areal setra. Aksi pria kelahiran Nganjuk 5 Juli 1969 ini dilihat langsung Kepala Kelurahan Pemecutan Ida Bagus Made Purwanasara saat dirinya melakukan patroli pagi (01/10) kemarin. Tak ayal seluruh awak bus termasuk sopir dan tour guide diberi pembinaan/tindakan langsung dengan membersihkan sampah yang dibuangnya termasuk sampah lain diareal sekitarnya.
“Kami tidak melarang ada bus parkir di pinggir jalan membawa peziarah ke daerah kami. Tapi tolong ikut serta jaga kebersihan lingkungan. Jangan malah membuang sampah sembarangan tidak pada tempatnya. Kalo saya buang sampah ditempat anda gimana perasaan anda ?!!” terangnya bernada tinggi. Bus bernopol AD 1486 AA yang mengangkut peziarah asal Jember ini rupanya sudah sering ke Kramat Agung Pemecutan. Tiap kali pula tour guide selalu diperingati oleh pengawas/tim kebersihan Nyoman Astra Wijaya dan Putu Antara untuk tidak membuang sampah ke areal setra. Namun kali ini mereka mengaku lupa memberitahu kernet Muhadi. “Anda sebagai guide harusnya ngasi tau krunya. Anda sudah gagal menjaga rombongan anda” ujar Nyoman Astra menimpali.
Selanjutnya pihak travel berjanji akan menaati aturan buang sampah dan sanggup di tipiring kalau mengulanginya lagi.
(up)